Oleh: Ardi Alghifar
Mungkin betul apa yang di kata yang dikatakan oleh Thomas Khun dalam bukunya The Structure of Scientific Revolution, bahwa pengetahuan itu akan mengalami revolusi mengikuti alurnya. Di mulai dari pandangan paham cartesian-newtonian yang sangat mekanistik-linear melihat alam. Paradigma ini mencoba menggambarkan alam dengan memisahkan entitas-entitas yang terdapat dalam alam ini. Pandangan dunia mereka berkarakter materialistik, atomistik, dualistik dan mekanistik. Paradigma semacam ini mengakibatkan mempengaruhi tindakan manusia dalam melihat alam ini. Sampai muncullah pemikiran dari Mulla Shadra yang melihat bahwa alam ini merupakan kesatuan wujud. Hal ini berangkat dari Metafilsafatnya yang didasarkan atas eksistensi (wujud) sebagai satu-satunya konstituen realitas. Shadra mengakui eksistensi sebagai realitas tunggal tapi menghargai keunikan segenap eksistensi yang nampak dalam dunia plural (beragam), yang di kenal dalam teorinya Prinsip Gradasi Eksistensi (wujud). atau Shadra mengakui keragaman dalam kesatuan bukan kesatuan dalam keragaman.
Mungkin betul apa yang di kata yang dikatakan oleh Thomas Khun dalam bukunya The Structure of Scientific Revolution, bahwa pengetahuan itu akan mengalami revolusi mengikuti alurnya. Di mulai dari pandangan paham cartesian-newtonian yang sangat mekanistik-linear melihat alam. Paradigma ini mencoba menggambarkan alam dengan memisahkan entitas-entitas yang terdapat dalam alam ini. Pandangan dunia mereka berkarakter materialistik, atomistik, dualistik dan mekanistik. Paradigma semacam ini mengakibatkan mempengaruhi tindakan manusia dalam melihat alam ini. Sampai muncullah pemikiran dari Mulla Shadra yang melihat bahwa alam ini merupakan kesatuan wujud. Hal ini berangkat dari Metafilsafatnya yang didasarkan atas eksistensi (wujud) sebagai satu-satunya konstituen realitas. Shadra mengakui eksistensi sebagai realitas tunggal tapi menghargai keunikan segenap eksistensi yang nampak dalam dunia plural (beragam), yang di kenal dalam teorinya Prinsip Gradasi Eksistensi (wujud). atau Shadra mengakui keragaman dalam kesatuan bukan kesatuan dalam keragaman.
Pemikiran
Shadra ini kemudian mempengaruhi beberapa pemikir seperti Whitehead dan
Fritjof Capra. Fritjof Capra kemudian mengeluarkan Paradigma Holistik
Ekologis. Paradigma ini mencoba melihat bahwa alam ini merupakan
kesatuan ekologis yang memiliki hubungan. Jadi menurutnya alam ini
merupakan sebuah sistem yang memiliki jaringan-jaringan dan setiap
jaringan memiliki saling keterhubungan.
Cara pandang ini
kemudian berkembang di Abad 20 ini, tidak terkecuali dalam dunia
bisnis. Pemasaran misalnya yang mengalami pergeseran paradigma dari
maksimisasi nilai shareholder ke maksimisasi nilai stakeholder. Dimana
stakeholder ini telah termasuk lingkungan sekitar. Hal berdasar bahwa
sebuah perusahaan itu akan maju jika memperhatikan stakeholdernya.
Bahwa ada kesatuan antara perusahaan dengan para stakeholdernya.
Lingkungan bisnis bagaikan sebuah sistem dimana di dalamnya terdapat
jaring-jaring stakeholder yaitu konsumen, karyawan dan lingkungan.
Munculnya CSR (corporate social responsibility)
diindikasi sebagai pengaruh paradigma ini. Dimana perusahaan harus
memiliki tanggung jawab atas lingkungan sekitarnya. Ibaratnya
perusahaan telah memanfaatkan/mengeksploitasi alam/lingkungan maka
sebaiknya perusahaan berterima kasih kepadanya. CSR ibarat surat
penghapusan dosa perusahaan pada alam/ekologi. Luasnya jangkauan
lingkungan bisnis mensyaratkan tidak boleh putusnya jaring-jaring yang
ada di dalamnya. Lingkungan yang menjadi salah satu jaringan tersebut
menjadi sesuatu yang patut diperhatikan.
Pertanyaan mendasar
bagi perusahaan adalah betulkah niat perusahaan menjalankan CSR atau
Social Marketing lainnya adalah untuk menjaga keseimbangan ekologi ini
bahwa ada kesatuan sistem dalam lingkungan bisnis ataukah ini sebuah
kamuflase dari strategi baru dalam mempromosikan produk perusahaan
kepada pelanggan.
***
Jawaban sederhana dari pertanyaan tersebut dapat dilihat dari sumber dana CSR yang dikeluarkan oleh sebuah entitas produksi/jasa. Jika diambil dari laba bersih, maka niatnya adalah modifikasi baru dalam promosi produksi/jasa yang dihasilkan.
BalasHapus